Lokasi : Pusuk Pass

  • Desa : Senaru
  • Kecamatan : Bayan
  • Kabupaten : Lombok Utara
  • Provinsi : Nusa Tenggara Barat

Highlight : Pusuk Pass

Sebuah stop over untuk menikmati keindahan alam Pulau Lombok yang luar biasa seperti pegunungan yang hijau yang dihiasi oleh pohon-pohon rimbun, tebing curam dan keindahan laut Lombok Utara berikut pantainya yang berpasir putih serta polah tingkah sang penghuni hutan, monyet monyet ekor panjang yang jinak berkeliaran dengan bebas di sekeliling hutan.

l

Sekilas : Pusuk Pass

Hutan ini masih terjaga alami dengan kesejukan yang dimilikinya, dikenal dengan hutan monyet pusuk atau Pusuk Pass, berada pada ketinggian sekitar 831 mdpl, termasuk hutan wisata yang merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang terletak di Desa Senaru di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Dikarenakan jalurnya yang berada di satu jalur wisata dengan gunung rinjani, hutan ini disebut juga wisata persinggahan bagi para pendaki gunung Rinjani yang mampir sejenak.

Dari Pusuk Pas, kita bisa menikmati keindahan alam Pulau Lombok yang luar biasa seperti pegunungan yang hijau yang dihiasi oleh pohon-pohon rimbun, tebing curam, dan hebatnya lagi, kita juga bisa melihat keindahan laut Lombok Utara berikut pantainya yang berpasir putih.

Pusuk Pass memiliki luas 43.550,23 hektar dan terdapat sekitar 162 jenis pohon yang tumbuh di areal ini, antara lain Sono Keling (Dalbergia latifolia), Daoki (Duacontomelori mangiferum) dan Mahoni (Swettania macrophylla). Keberadaan satwa yang dengan bebas hidup di habitatnya, lalu kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan alam, menjadi contoh sempurna bahwa ekonomi masyarakat bisa tumbuh dengan baik, selaras dengan alam sekitarnya yang terjaga.

Rimbunnya pepohonan dan banyaknya jenis pohon besar menjadikan wisata pusuk sebagai tempat tinggal yang nyaman untuk monyet-monyet tersebut. Mereka bisa hidup aman, nyaman, dan tenang tanpa diganggu manusia. Hutan Pusuk memang merupakan perbukitan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis vegetasi seperti kumbi, garu, mahoni, sonokeling, terep, piling dan tanaman lain, dengan kemiringan tanah yang cukup curam yang memungkinkan para monyet begitu mudahnya meloncat dari pohon ke pohon. Selain itu, terdapat banyak pepohonan yang daun dan buahnya menjadi makanan favorit para monyet.

Pusuk sendiri berarti puncak, nama ini diberikan sesuai dengan daya tarik yang dimilikinya, menawarkan keindahan alam yang asri dan alami, udara yang segar, dan suasana yang sejuk serta dikenal juga sebagai wisata edukasi. Penghuni asli hutan pusuk adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang jinak dan berkeliaran dengan bebas di sekeliling hutan. Monyet di pusuk pass sudah terbiasa dengan kehadiran pengunjung dan senang jika diberi makan. Selama kita tidak mengganggu dan hanya memberi makan, maka mereka akan bisa diajak bekerja sama untuk foto bareng.

Masyarakat di daerah Pusuk sudah menganggap bahwa keberadaan monyet-monyet tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka, apalagi banyak wisatawan yang datang sekedar untuk mengambil gambar dan bercengkarama dengan para monyet di habitatnya.

Pada umumnya, setelah puas melihat monyet, orang-orang akan beristirahat sambil makan dan minum di warung-warung pasar kuliner Pusuk Pass, mencicipi tuak manis sebagai minuman khas daerah tersebut yang dijual di warung-warung.

Perlu diingat oleh kita bahwa kita dilarang membuang sampah sembarangan saat berada di hutan pusuk. Menurut mitos yang beredar di tengah masyarakat, jika kita membuang sampah sembarangan di wisata pusuk maka kita akan tersesat saat pulang.

You May Also Like

Pin It on Pinterest

Share This